Rembulan menyinari gelapnya dunia Suara hewan menemani otak yang gersang sebatang kertas dengan tembakau di jari dengan cairan hitam penenang kehidupan sebongkah rasa yang ku pendam entah kapan menjadi kejadian suatu angan diatas awan yang tak tau kapan ia datang dengan layar virtual melihat mu disana Sang Mutiara dari Priangan Timur tempat kau berpijak dengan lembutnya kata perkata serta menarik bibir menjadi melebar doakan saja kedepannya semoga wujudmu lah bidadariku ku sebutkan nama didepan para saksi sampai kita di kembalikan kebumi lagi
hidup penuh kekhawatiran tidak sedikit kegaduhan semua di terlantarkan karena virus bertebaran tidak tahu apa yang terjadi tahun yang seharusnya dinanti diharap menjadi kebahagiaan hati malah terjadi musibah disana dan disini covid-19 yang mengelilingi bumi korban berjatuhan seperti api membakar rumput kering tidak tahu bagaimana lagi pemerintah bingung mencari solusi dokter bekerja sepenuh hati tapi masyarakat tidak tahu diri masih berkeliaran kesana kemari buruh dan pegawai di phk tahanan dibebaskan dari penjara pengangguran dimana mana krisis kemanusiaan mulai menyergap banyak sekali yang kelaparan banyak juga yang masih egois terjadilah aksi kejahatan karena kemiskinan yang menambah