Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

AKU MANUSIA

Aku tahu ku tak sempurna Kekurangan ku dominan Dibanding kelebihan ku Aku tahu ituu Aku mungkin tidak manusiawi Tidak mengerti apa itu romantis Pengetahuan ku nihil tentang itu Karena terlalu banyak kekecewaan dilintasi Aku manusia tanpa talenta Berpikir cara membahagiakan Tapi tidak bisa terwujud Karena kekosongan ilmu Aku mungkin bodoh Itu sebabnya ketidak sempurnaan Hanya bisa membantu Disaat kau perlu Maaf aku tak seperti yang lain Aku menyimpan rasa cemburu? Iya itu selalu terasa

Reaksi Hidup

Ditanah lapang dengan warna merah Disaat membicarakan kehidupan Pikiran seolah selalu berkata Bahwa hidup itu tidak pernah adil Reaksi hidup kurang berkesan Dengan semua plot yang disiapkan tuhan Dengan semua yang ada dijalan Dan dengan semua kejujuran Selalu merasa sendiri tanpa wanita Seolah wanita adalah pencipta Dari segala kebahagian yang ada Hidup hampa tanpa adanya dia Jalan liku penuh jurang ada di hadapan Dengan semua harapan di depan Tapi angan tidak sesuai kenyataan Tariklah bibir mu jangan ada kerutan Walaupun hujan turun dari mata kehidupan

Sirna

Waktu ke waktu aku bersamamu Dengan sebuah perasaan Perasaan yang tak dapat ku utarakan Hanya dapat aku rasakan Ku harapkan kau juga seperti ku Memiliki rasa cinta dan sayang Agar dapat saling menyayangi Mengukir setiap kebahagiaan ini Tapi kau tidak menatap wajahku Kamu hanya menatap punggung pria didepanmu Dan aku menatap punggung mu Selalu mengharapkan kamu menengok kearahku Dengan itu kau membuat perasaan ini sirna Sehingga ku tidak memiliki cinta Dan lebih baik sendiri tanpa cinta Karena cinta sudah sirna

Semua.

Senja di pelabuhan tua Terasa semua berbeda Aku ingin berlari sekencang kencangnya Dan di dimensi imaji berlabuhnya Ku definisikan tentang semua Semua yang mempunyai mantra Semua yang menimbulkan bahaya Dan semua Yang ada disana Batas diafragma melepuh Dada seperti sesak menekan Tulang tengkorak tersayat Langkah kaki berhenti melangkah Semua terasa lemah Seperti tidak ada asupan Dan semangat yang mengikat Emosi hati tumpah ruah Ku terdiam melihat cahaya merah Yang berubah menjadi hitam gelap Ku harap akan datang bulan dan bintang Tetapi yang datang adalah kegelapan Kutinggalkan tempat itu Tapi tak bisa Tidak ada cahaya menyinari Gelapnya malam itu Menatap langit dan seluruhnya Dengan kegelapan yang ada Menunggu Cahaya Yang dapat membawa ku pulang

Intuisi.

Tertidur menjelang datangnya fajar Tak terasa sinar cakrawala Datang menembus bilik Gravitasi sirna dari kasur itu Memulai pagi dengan senyuman Intuisi berkata untuk menaungi Tapi kesaksian berceloteh tidak Ini yang selalu terbit Setelah indahnya cakrawala Hal yang datang Namun sangat tak ingin ini datang Karena ini mengoyak Mengoyak senyuman legit Memusnahkan afeksi Intuisi yang selalu salah

Dimensi kedua

Terik sang Surya datang Membakar isi kepala Bagai perapian yang sempurna Dengan bara yang dimilikinya Kian hari sama saja Menjadi sulit hidup dibuatnya Ingin rasanya pergi Pergi ke dimensi kedua Yang berbeda dengan sebelumnya Lebih membuat lega Tapi tidak sementara Dimensi kedua untuk selamanya Menyuguhkan segalanya Tapi tidak kembali terbakar oleh sang Surya Memberi  atensi yang sama Dia tidak menarik lagi apa yang ada Seperti lebih mudah di dimensi kedua Dengan melihat yang ada Tapi itu tidak bisa Harus tetap di sini dengan menjalaninya

Empat Kali.

Semua berjalan sangat cepat Aku tidak tahu akan bagaimana Sudah tiga kali jatuh Pada jalan yang sama Harapan ku gantungkan Doa ku panjatkan Waktu jadi pacuan Pikiran menjadi korban Disana lah letakku Jauh dari garis khatulistiwa Sedikit mendekat dengan samudera Ditempat yang tenang Hari kesaksian tiba Aku harus tahu dimana ku berlabuh Di langkah ku ini Aku kembali terjauh Sudah menjadi kebiasaan Jatuh dijalan yang sama Ini lah yang terjadi Berhenti pada titik ini Kembali berputar Tidak bisa berlari Itu tidak mudah Dengan merangkak ku melangkah

Realita jiwa.

Rembulan malam bersinar Burung pun berhenti berkicau Alam menyembunyikan cantiknya Gelap malam bersatu Dengan realita jiwa Yang semakin memudar Karena terjangan ombak Ombak yang tak henti Menerpa langkah kaki Semakin sulit untuk melangkah Terhalang realita jiwa Ditengah kesejukan angin Terjadi badai besar itu Disaat bunga itu mekar Lalu terhempas angin Yang menyisakan Tanaman yang kembali seperti awalnya Hanya berdaun tak berbunga Penaka realita jiwa

Menetap

Aku bukan rintik hujan Yang datang Menghabiskan awan hitamnya Setelah cerah ia pergi Aku bukan kucing yang kelaparan Yang datang kepada pemiliknya Ketika ingin makan Dan pergi jauh setelah kenyang Aku hanya menjadi akar Yang tidak pernah Meninggalkan batangnya Walau ia semakin jauh Aku hanya menjadi kaki Yang tidak pernah Meninggalkan tubuh Walau berjalan jauh aku jadikan kau kerajaan Sebagai tempat menetap Bukan sebagai halte Sebagai tempat persinggahan

"Angan dan harapan"

Aku menger ti... Aku bukanlah siapa siapa Aku ini.. Hanyalah seorang lelaki            Seorang lelaki yang selalu menunggu keajaiban datang            Menunggu saat itu tiba            Dan berharap semua keajaiban itu terjadi Aku mengerti... Aku bukan lelaki yang bisa diharap kan Aku bukan lelaki yang memiliki segala nya Tapi aku akan bersamamu            Bersama saat apapun            Aku siap menjadi penjaga saat kau perlu            Yang dapat menjagamu setiap waktu            Dan apapun yang terjadi Aku menge rti... Aku hanya berharap semua ini Tapi aku ingin Semua itu terjadi dihidupku bukan hanya angan semat a.

Penerang jalan hidup

Waktu. Detik demi detik tidak terasa Telah terlewati ber menit menit Tidak terasa sudah larut malam Semua seolah terlalu cepat berjalan Dengan mu aku tertawa dan bercerita Semua kisah hidup yang dilewati Semua lelucon yang membuat aku dan kau jadi bahagia Kau lah pengubah hidupku Dari monokrom Sampai menjadi pelangi Dari gelap gulita Sampai muncul mentari Kau yang mengubahnya Jam seakan berlari Dari cerianya pagi ke indahnya senja Itu semua karenamu yang menjadi penyemangat Hari kian hari Hidupku penuh warna dan kata Seolah menjadi orang terceria di dunia

About you.

Many say you are weird But not Actually you are funny               With all the things that make me laugh               In fact I feel like I'm going crazy I hope you are not like the others Leave me alone after I feel good Leave me alone when I feel comfortable                I hope it will not happen again                Huuh....... I do not promise I will always be near you I do not promise to take care of you all the time But I just make sure I will not hurt your heart                That's all I can be sure of                .....thanks

Waktu selalu berjalan.

Waktu.. Waktu itu lebih berharga daripada uang katanya Tetapi kenapa waktu terasa begitu cepat? Disaat bahagia lebih cepat itu terasa Disaat tidak ada bahagia yang datang... Waktu terasa tidak berjalan Aku ingin bahagia dengan waktu yang lama.

Seketika melupakan semuanya....

      Sore menjelang malam Rintik hujan pun turun.       Semakin deras rintik hujan turun Ku berfikir semua kenangan tentang rintik hujan       Semua kebahagian,canda,tawa disaat itu Dipinggir jalan menunggu rintik hujan berhenti...       Kita bersama tanpa mengingat waktu dan semua masalah di kehidupan yang fana ini...       Tak seper ti hidup seka rang ini Kau tidak ada lagi bersamaku. Entah kemana engkau pergi. Aku tak tahu dengan siapa kau meningg alkanku.      Aku cukup tau aku bukan lah orang yang tepat bagimu semoga kau mendapa tkan yang kau inginkan.... Bandar Lampung,Senin 19 Maret 2018

Haruskah ku mencari pengganti dirimu?

Disaat itu kau pergi jauh dariku Meninggalkanku bersama bayangmu.       Hatiku seperti berada di lautan lepas Tidak tau harus kemana.      Apakah aku harus mencari pengganti mu ? Apakah aku akan mendapatkannya?      Aku tidak tahu. Yang pasti akan kucoba terlebih dahulu Karena kesedihan tidak akan mengembalikan semuanya yang telah berlalu.       Pesanku semoga kau bahagia Walau tak bersama ku .

Mencari jalan.

     Matahari tak bersinar awan hitam menutupi keindahan langit      Dunia terasa gelap Tak lama rintik hujan membasahi rumput yang kering     Ku berjalan di lorong Hitam Tidak mengert i arah dan tujuan      Aku hanya berpikir Untuk mencari jalan menuju ketenangan