Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Sang Mutiara Dari Priangan Timur

Rembulan menyinari gelapnya dunia Suara hewan menemani otak yang gersang sebatang kertas dengan tembakau di jari dengan cairan hitam penenang kehidupan sebongkah rasa yang ku pendam entah kapan menjadi kejadian suatu angan diatas awan yang tak tau kapan ia datang dengan layar virtual melihat mu disana Sang Mutiara dari Priangan Timur tempat kau berpijak dengan lembutnya kata perkata serta menarik bibir menjadi melebar doakan saja kedepannya semoga wujudmu lah bidadariku ku sebutkan nama didepan para saksi sampai kita di kembalikan kebumi lagi

2 0 2 0

hidup penuh kekhawatiran tidak sedikit kegaduhan semua di terlantarkan karena virus bertebaran tidak tahu apa yang terjadi tahun yang seharusnya dinanti diharap menjadi kebahagiaan hati malah terjadi musibah disana dan disini covid-19 yang mengelilingi bumi korban berjatuhan  seperti api membakar rumput kering tidak tahu bagaimana lagi pemerintah bingung mencari solusi dokter bekerja sepenuh hati tapi masyarakat tidak tahu diri masih berkeliaran kesana kemari buruh dan pegawai di phk tahanan dibebaskan dari penjara pengangguran dimana mana krisis kemanusiaan mulai menyergap banyak sekali yang kelaparan banyak juga yang masih egois terjadilah aksi kejahatan karena kemiskinan yang menambah

Belakang

sebelumnya saya di sajak ini mendapat inspirasi dari teman saya berinisial "al" semoga kalian yang berperasaan sama bisa mengikhlaskan seperti dia. ~~~~~~ selamat malam kamu yang disana terima kasih untuk mu telah menarik bibir ini menjadi tersenyum terima kasih untuk mu walau kau tak sempat menjadi milikku ku harap kau  dapat menemukan kebahagian untukmu mungkin kau tau aku mencintaimu mungkin kau tak ingin dicintaiku tak apa itu tindakan manusiawi sudah sering ku menerima ini juga sebelumnya aku akan berjalan mundur bukan karena ku menyerah tapi aku tetap melihat punggungmu walau kau melihat punggung orang lain aku tidak bisa berjalan maju karena mungkin bukan aku sosok pangeran mu walau begitu aku selalu manjagamu dan kau tak akan pernah tau itu