Langsung ke konten utama

Sang Mutiara Dari Priangan Timur


Rembulan menyinari gelapnya dunia

Suara hewan menemani otak yang gersang

sebatang kertas dengan tembakau di jari

dengan cairan hitam penenang kehidupan


sebongkah rasa yang ku pendam

entah kapan menjadi kejadian

suatu angan diatas awan

yang tak tau kapan ia datang


dengan layar virtual melihat mu disana

Sang Mutiara dari Priangan Timur tempat kau berpijak

dengan lembutnya kata perkata

serta menarik bibir menjadi melebar


doakan saja kedepannya

semoga wujudmu lah bidadariku

ku sebutkan nama didepan para saksi

sampai kita di kembalikan kebumi lagi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Haruskah ku mencari pengganti dirimu?

Disaat itu kau pergi jauh dariku Meninggalkanku bersama bayangmu.       Hatiku seperti berada di lautan lepas Tidak tau harus kemana.      Apakah aku harus mencari pengganti mu ? Apakah aku akan mendapatkannya?      Aku tidak tahu. Yang pasti akan kucoba terlebih dahulu Karena kesedihan tidak akan mengembalikan semuanya yang telah berlalu.       Pesanku semoga kau bahagia Walau tak bersama ku .

AKU MANUSIA

Aku tahu ku tak sempurna Kekurangan ku dominan Dibanding kelebihan ku Aku tahu ituu Aku mungkin tidak manusiawi Tidak mengerti apa itu romantis Pengetahuan ku nihil tentang itu Karena terlalu banyak kekecewaan dilintasi Aku manusia tanpa talenta Berpikir cara membahagiakan Tapi tidak bisa terwujud Karena kekosongan ilmu Aku mungkin bodoh Itu sebabnya ketidak sempurnaan Hanya bisa membantu Disaat kau perlu Maaf aku tak seperti yang lain Aku menyimpan rasa cemburu? Iya itu selalu terasa

Penerang jalan hidup

Waktu. Detik demi detik tidak terasa Telah terlewati ber menit menit Tidak terasa sudah larut malam Semua seolah terlalu cepat berjalan Dengan mu aku tertawa dan bercerita Semua kisah hidup yang dilewati Semua lelucon yang membuat aku dan kau jadi bahagia Kau lah pengubah hidupku Dari monokrom Sampai menjadi pelangi Dari gelap gulita Sampai muncul mentari Kau yang mengubahnya Jam seakan berlari Dari cerianya pagi ke indahnya senja Itu semua karenamu yang menjadi penyemangat Hari kian hari Hidupku penuh warna dan kata Seolah menjadi orang terceria di dunia