Rembulan menyinari gelapnya dunia
Suara hewan menemani otak yang gersang
sebatang kertas dengan tembakau di jari
dengan cairan hitam penenang kehidupan
sebongkah rasa yang ku pendam
entah kapan menjadi kejadian
suatu angan diatas awan
yang tak tau kapan ia datang
dengan layar virtual melihat mu disana
Sang Mutiara dari Priangan Timur tempat kau berpijak
dengan lembutnya kata perkata
serta menarik bibir menjadi melebar
doakan saja kedepannya
semoga wujudmu lah bidadariku
ku sebutkan nama didepan para saksi
sampai kita di kembalikan kebumi lagi

Komentar
Posting Komentar