Langsung ke konten utama

Sang Mutiara Dari Priangan Timur


Rembulan menyinari gelapnya dunia

Suara hewan menemani otak yang gersang

sebatang kertas dengan tembakau di jari

dengan cairan hitam penenang kehidupan


sebongkah rasa yang ku pendam

entah kapan menjadi kejadian

suatu angan diatas awan

yang tak tau kapan ia datang


dengan layar virtual melihat mu disana

Sang Mutiara dari Priangan Timur tempat kau berpijak

dengan lembutnya kata perkata

serta menarik bibir menjadi melebar


doakan saja kedepannya

semoga wujudmu lah bidadariku

ku sebutkan nama didepan para saksi

sampai kita di kembalikan kebumi lagi

Komentar