Langsung ke konten utama

Dimensi kedua

Terik sang Surya datang
Membakar isi kepala
Bagai perapian yang sempurna
Dengan bara yang dimilikinya

Kian hari sama saja
Menjadi sulit hidup dibuatnya
Ingin rasanya pergi
Pergi ke dimensi kedua

Yang berbeda dengan sebelumnya
Lebih membuat lega
Tapi tidak sementara
Dimensi kedua untuk selamanya

Menyuguhkan segalanya
Tapi tidak kembali terbakar oleh sang Surya
Memberi  atensi yang sama
Dia tidak menarik lagi apa yang ada

Seperti lebih mudah di dimensi kedua
Dengan melihat yang ada
Tapi itu tidak bisa
Harus tetap di sini dengan menjalaninya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Haruskah ku mencari pengganti dirimu?

Disaat itu kau pergi jauh dariku Meninggalkanku bersama bayangmu.       Hatiku seperti berada di lautan lepas Tidak tau harus kemana.      Apakah aku harus mencari pengganti mu ? Apakah aku akan mendapatkannya?      Aku tidak tahu. Yang pasti akan kucoba terlebih dahulu Karena kesedihan tidak akan mengembalikan semuanya yang telah berlalu.       Pesanku semoga kau bahagia Walau tak bersama ku .

AKU MANUSIA

Aku tahu ku tak sempurna Kekurangan ku dominan Dibanding kelebihan ku Aku tahu ituu Aku mungkin tidak manusiawi Tidak mengerti apa itu romantis Pengetahuan ku nihil tentang itu Karena terlalu banyak kekecewaan dilintasi Aku manusia tanpa talenta Berpikir cara membahagiakan Tapi tidak bisa terwujud Karena kekosongan ilmu Aku mungkin bodoh Itu sebabnya ketidak sempurnaan Hanya bisa membantu Disaat kau perlu Maaf aku tak seperti yang lain Aku menyimpan rasa cemburu? Iya itu selalu terasa

Penerang jalan hidup

Waktu. Detik demi detik tidak terasa Telah terlewati ber menit menit Tidak terasa sudah larut malam Semua seolah terlalu cepat berjalan Dengan mu aku tertawa dan bercerita Semua kisah hidup yang dilewati Semua lelucon yang membuat aku dan kau jadi bahagia Kau lah pengubah hidupku Dari monokrom Sampai menjadi pelangi Dari gelap gulita Sampai muncul mentari Kau yang mengubahnya Jam seakan berlari Dari cerianya pagi ke indahnya senja Itu semua karenamu yang menjadi penyemangat Hari kian hari Hidupku penuh warna dan kata Seolah menjadi orang terceria di dunia